Yayasan Penabulu melalui Program Lingkar Madani, dengan dukungan The David and Lucile Packard Foundation, menyelenggarakan pelatihan “Knowledge Management untuk Meningkatkan Kapasitas dan Keberlanjutan Organisasi” yang berlangsung dalam empat sesi. Sesi keempat yang dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026 mengangkat topik “Mengintegrasikan Knowledge Management untuk Organisasi yang Berkelanjutan”. Sesi ini menghadirkan Ferry Edwin Sirait, Knowledge Strategist, sebagai narasumber.
Pembahasan diawali dengan refleksi terhadap tiga sesi sebelumnya yang telah membawa peserta memahami Knowledge Management (KM) mulai dari mengenali aset pengetahuan, mendiagnosis aliran pengetahuan, hingga membangun sistem KM. Pada sesi terakhir ini, peserta diajak melihat bagaimana seluruh pembelajaran tersebut dapat diintegrasikan ke dalam praktik organisasi agar perubahan yang sudah dimulai dapat bertahan dan menjadi bagian dari cara kerja sehari-hari.
Narasumber menjelaskan bahwa inisiatif KM dapat kehilangan keberlanjutannya ketika kebiasaan baru tidak lagi memiliki pemicu, tanggung jawab hanya bertumpu pada satu orang, atau proses pembelajaran tidak memiliki mekanisme untuk terus berjalan. Karena itu, organisasi perlu membangun ritual yang hidup, membagi peran secara tepat, dan memastikan praktik KM menjadi bagian dari sistem kerja, bukan sekadar kegiatan atau proyek sementara.
Peserta juga diajak memahami pentingnya mengukur keberhasilan KM secara sederhana dan relevan. Pengukuran diperlukan untuk membantu organisasi melihat perkembangan dan menentukan langkah perbaikan, bukan justru menjadi beban baru. Dalam penerapannya, setiap tingkat organisasi memiliki peran yang berbeda. Organisasi dengan struktur yang lebih besar dapat membangun pembagian peran yang lebih formal, sementara organisasi yang lebih ramping dapat menerapkan peran rangkap dengan tanggung jawab yang tetap jelas.
Untuk memperkuat pemahaman, di akhir sesi peserta dibagi menjadi tiga kelompok breakout room untuk mengerjakan studi kasus berdasarkan materi yang telah dipelajari. Setiap kelompok mendiskusikan kasus yang diberikan dan merumuskan penerapan Knowledge Management yang sesuai dengan konteks organisasi. Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok kembali ke main room untuk mempresentasikan hasil pembahasan dan berbagi perspektif dengan peserta lainnya.