Yayasan Penabulu melalui Program Lingkar Madani, dengan dukungan The David and Lucile Packard Foundation, menyelenggarakan pelatihan “Knowledge Management untuk Meningkatkan Kapasitas dan Keberlanjutan Organisasi” yang berlangsung dalam empat sesi. Sesi ketiga yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026 mengangkat topik “Strategi Membangun Sistem Knowledge Management Organisasi”. Sesi ini menghadirkan Ferry Edwin Sirait, Knowledge Strategist, sebagai narasumber.
Pembahasan diawali dengan refleksi bahwa strategi knowledge management (KM) tidak dapat diterapkan secara seragam di setiap organisasi. Setiap organisasi memiliki kondisi, kapasitas, sumber daya, dan tantangan yang berbeda. Karena itu, langkah awal dalam membangun KM perlu dimulai dengan mengenali kebutuhan organisasi, termasuk pengetahuan apa yang perlu dikelola, mengapa pengetahuan tersebut penting, serta siapa yang membutuhkan dan akan menggunakannya.
Peserta juga diajak memahami bahwa ukuran sistem KM tidak selalu menentukan efektivitasnya. Organisasi dapat memulai dari langkah sederhana, seperti membangun ruang penyimpanan bersama, menyusun catatan pembelajaran, atau menciptakan kebiasaan untuk berbagi pengetahuan. Yang terpenting adalah sistem tersebut sesuai dengan kebutuhan, kapasitas, dan kebiasaan kerja organisasi.
Sesi ini juga menekankan bahwa teknologi bukanlah satu-satunya unsur dalam membangun KM. Kebiasaan kerja, ruang berbagi, proses refleksi, dan dokumentasi pembelajaran merupakan bagian penting dalam memastikan pengetahuan dapat terus mengalir dan dimanfaatkan. Teknologi dapat berperan sebagai pendukung untuk membantu organisasi menyimpan, mengakses, dan mendistribusikan pengetahuan secara lebih efektif.
Di akhir sesi, peserta dibagi menjadi tiga kelompok breakout room untuk mengerjakan studi kasus berdasarkan materi yang telah dipelajari. Setiap kelompok diminta menganalisis permasalahan dalam studi kasus, mengidentifikasi kebutuhan dan prioritas pengetahuan, dan merumuskan strategi awal untuk membangun sistem knowledge management yang sesuai dengan kondisi organisasi. Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasilnya di main room.