Menyusun penelitian yang berangkat dari kebutuhan komunitas tidak berhenti pada proses mengidentifikasi isu. Isu yang telah dipilih perlu diterjemahkan menjadi tujuan penelitian yang jelas, pertanyaan penelitian yang terarah, dan strategi pelibatan komunitas yang bermakna. Untuk membekali peserta dengan kemampuan tersebut, Yayasan Penabulu melalui Program Lingkar Madani, dengan dukungan The David and Lucile Packard Foundation, melanjutkan rangkaian pelatihan "Community-Led Research: Dari Identifikasi Isu hingga Konsep Penelitian" melalui sesi kedua bertajuk "Merumuskan Tujuan, Pertanyaan Penelitian, dan Strategi Pelibatan” pada 4 Agustus 2026.
Pelatihan yang dipandu oleh Arief R. Iryawan, Applied Research & PMEL Specialist, ini diawali dengan sesi presentasi tugas mandiri yang telah dikerjakan peserta setelah mengikuti sesi pertama. Dalam presentasi tersebut, peserta memaparkan hasil identifikasi isu penting yang dihadapi komunitas, kelompok yang terdampak, kebutuhan informasi yang ingin dijawab melalui penelitian, dan alasan mengapa isu tersebut penting untuk diteliti. Selain itu, peserta juga mempresentasikan rancangan awal penelitian yang meliputi tujuan penelitian, pertanyaan penelitian awal, kebutuhan data dan sumber data, pihak-pihak yang akan dilibatkan, metode awal yang akan digunakan, serta langkah pertama yang akan dilakukan untuk memulai penelitian.
Selanjutnya, sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi. Narasumber menjelaskan, isu prioritas belum otomatis menjadi sebuah penelitian. Agar dapat diteliti, isu tersebut perlu diterjemahkan ke dalam empat komponen utama, yaitu tujuan penelitian, pertanyaan penelitian, strategi pelibatan komunitas, serta rencana data dan metode yang akan digunakan. Keempat komponen tersebut saling berkaitan dan menjadi dasar dalam menyusun konsep Community-Led Research yang sistematis.
Pada bagian pertama, peserta mempelajari cara merumuskan tujuan penelitian. Narasumber menekankan bahwa tujuan penelitian harus menjelaskan perubahan atau pemahaman yang ingin dicapai, disusun secara spesifik, realistis, dan berorientasi pada kebutuhan informasi komunitas. Peserta juga diperkenalkan pada perbedaan tujuan umum dan tujuan khusus, serta berbagai indikator untuk memastikan rumusan tujuan telah memenuhi kualitas yang baik.
Selanjutnya, peserta mempelajari strategi pelibatan komunitas sebagai salah satu prinsip utama Community-Led Research. Narasumber menjelaskan bahwa komunitas tidak hanya berperan sebagai sumber data, tetapi juga sebagai mitra yang dapat dilibatkan sejak proses identifikasi isu, penyusunan pertanyaan penelitian, pengumpulan data, analisis hasil, hingga penyebarluasan temuan. Berbagai bentuk pelibatan komunitas dibahas untuk membantu peserta memilih pendekatan yang paling sesuai dengan konteks organisasi dan masyarakat dampingan.
Yuk, tonton rekaman kelas Community-Led Research sesi kedua di bawah ini untuk mempelajari lebih lanjut cara merumuskan tujuan dan pertanyaan penelitian, menyusun strategi pelibatan komunitas, dan menyaksikan keseluruhan diskusi yang berlangsung selama pelatihan.