Keberhasilan organisasi masyarakat sipil (OMS) tidak hanya ditentukan oleh kualitas program yang dijalankan, tetapi juga oleh sinergi seluruh fungsi organisasi dalam mendukung tercapainya misi lembaga. Untuk memperkuat pemahaman tersebut, sesi kedua pelatihan "Pengelolaan SDM yang Efektif: Membangun Kolaborasi & Inklusivitas di Tempat Kerja" diselenggarakan pada Kamis, 2 Juli 2026 dengan mengangkat topik "Mengoptimalkan Kontribusi SDM dan Organisasi Menuju Pencapaian Misi".
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peningkatan kapasitas yang diinisiasi oleh Yayasan Penabulu melalui Program Lingkar Madani, dengan dukungan The David and Lucile Packard Foundation. Sesi ini menghadirkan Danardono Siradjudin, Organizational Development Consultant, sebagai narasumber dan Dea Naferta sebagai fasilitator.
Sebelum memasuki materi utama, pelatihan diawali dengan presentasi dari masing-masing peserta mengenai kondisi organisasi mereka. Dengan menjawab sejumlah pertanyaan reflektif terkait tingkat adaptivitas, penerapan inklusivitas, tantangan yang dihadapi, dan peluang sinergi antar lembaga, peserta diajak melakukan evaluasi awal sekaligus berbagi pengalaman dalam membangun lingkungan kerja yang lebih inklusif.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa pencapaian misi organisasi merupakan hasil dari rangkaian proses yang saling berkaitan. Dimulai dari kontribusi donor, organisasi perlu mengoptimalkan mobilisasi sumber daya (resource mobilization) agar dapat mendukung pelaksanaan program secara efektif. Program yang dijalankan kemudian diharapkan menghasilkan capaian strategis yang bermuara pada terwujudnya visi dan misi organisasi. Dalam proses tersebut, fungsi-fungsi pendukung, termasuk pengelolaan SDM, keuangan, administrasi, dan operasional, memiliki peran yang sama pentingnya dengan fungsi program dalam memastikan organisasi mampu menghasilkan dampak yang berkelanjutan.
Selain membahas keterkaitan antarfungsi organisasi, sesi ini memperkenalkan konsep "5 Tangga Perubahan" sebagai kerangka untuk melihat dampak sebuah program secara lebih komprehensif. Kerangka ini membantu organisasi menelusuri hubungan antara kegiatan yang dilaksanakan, hasil yang diperoleh, pihak yang menerapkan hasil tersebut, perubahan yang terjadi setelah penerapan, hingga manfaat yang dirasakan oleh penerima manfaat.