Mengelola media sosial bukan sekadar memastikan organisasi rutin mengunggah konten, melainkan bagaimana setiap konten dapat membantu organisasi menyampaikan pesan, membangun kepercayaan, dan berinteraksi dengan audiens secara lebih strategis. Hal ini menjadi salah satu fokus dalam pelatihan “Strategi Komunikasi Organisasi untuk Meningkatkan Jangkauan dan Keterlibatan Audiens” yang diselenggarakan oleh Yayasan Penabulu melalui program Lingkar Madani dengan dukungan The David and Lucile Packard Foundation.
Sesi kedua yang dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026 mengangkat topik “Mengelola Media Sosial untuk Memperkuat Komunikasi Organisasi”. Pelatihan ini menghadirkan Amelia Rina Nogo de Ornay, Communication Specialist Terasmitra, sebagai narasumber dengan Dea Naferta sebagai fasilitator.
Narasumber mengawali sesi dengan mengajak peserta melihat kembali pengelolaan media sosial organisasi melalui unggahan yang telah dibuat. Peserta melakukan refleksi terhadap beberapa postingan terakhir dengan melihat apa yang pertama kali terlihat, apa yang dipahami audiens, dan kesan yang mungkin muncul setelah melihat konten tersebut. Dari sini, peserta diajak menyadari bahwa sebuah postingan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga turut membentuk persepsi audiens terhadap organisasi.
Peserta kemudian memahami pentingnya menentukan tujuan komunikasi sebelum membuat konten. Media sosial dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti memperluas jangkauan, membantu audiens memahami organisasi, membangun kepercayaan, meningkatkan keterlibatan, hingga mendorong audiens melakukan tindakan tertentu. Karena itu, pengelolaan media sosial perlu disesuaikan dengan tujuan komunikasi dan audiens yang ingin dituju.
Selanjutnya, peserta dibagi menjadi tiga kelompok breakout room untuk mengerjakan studi kasus tentang sebuah organisasi yang aktif menggunakan media sosial, tetapi justru lebih dikenal sebagai media partner. Setiap kelompok mendiskusikan strategi yang dapat dilakukan untuk memperkuat positioning organisasi tersebut melalui media sosial. Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pembahasannya dan mendapatkan tanggapan dari narasumber.