Yayasan Penabulu melalui Program Lingkar Madani, dengan dukungan The David and Lucile Packard Foundation, menyelenggarakan pelatihan “Knowledge Management untuk Meningkatkan Kapasitas dan Keberlanjutan Organisasi” yang berlangsung dalam empat sesi. Sesi kedua yang dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026 mengangkat topik “Memetakan Pengetahuan dan Proses Pembelajaran Organisasi”. Sesi ini menghadirkan Ferry Edwin Sirait, Knowledge Strategist, sebagai narasumber.
Pembelajaran diawali dengan refleksi mengenai berbagai pengetahuan yang dimiliki organisasi, tetapi belum terdokumentasikan atau dikelola dengan baik. Pengetahuan tersebut dapat berupa pengalaman menjalankan program, pemahaman terhadap komunitas, hubungan dengan pemangku kepentingan, hingga berbagai cara yang telah dikembangkan dalam menyelesaikan persoalan. Ketika pengetahuan hanya tersimpan pada individu, organisasi berpotensi kehilangan aset penting, terutama saat terjadi pergantian personel atau perubahan dalam pelaksanaan program.
Peserta kemudian diajak memahami bagaimana pengetahuan bergerak dan berkembang dalam organisasi. Pengetahuan tidak cukup hanya diperoleh atau diciptakan, tetapi juga perlu dibagikan, digunakan, disimpan, dan dikembangkan kembali. Dengan memetakan proses tersebut, organisasi dapat mengenali titik-titik di mana pengetahuan berpotensi terhenti, tidak tersampaikan, atau bahkan hilang.
Materi selanjutnya membahas fase dan dimensi 3S sebagai salah satu kerangka untuk memetakan dan memahami pengelolaan pengetahuan dalam organisasi. Melalui kerangka ini, peserta diajak melihat kondisi pengetahuan organisasi secara lebih sistematis, termasuk mengenali pengetahuan yang telah tersedia, bagian yang masih perlu diperkuat, dan aspek yang perlu menjadi perhatian dalam proses pembelajaran organisasi.
Di akhir sesi, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok breakout room untuk mengerjakan studi kasus yang berkaitan dengan penerapan fase dan dimensi 3S. Setiap kelompok diminta menganalisis studi kasus, mengidentifikasi kondisi pengetahuan yang dihadapi, serta menggunakan kerangka yang telah dipelajari untuk merumuskan analisis dan langkah yang dapat dilakukan. Setelah sesi diskusi selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pembahasannya.