Sesi 1. Menentukan Saluran Komunikasi yang Efektif

Dibuat oleh Admin Lingkar Madani di Articles 3 Sep 2026
Bagikan

Memilih saluran komunikasi bukan tentang seberapa banyak platform yang dimiliki organisasi, melainkan tentang seberapa strategis saluran tersebut digunakan untuk mencapai tujuan komunikasi. Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu fokus dalam pelatihan “Strategi Komunikasi Organisasi untuk Meningkatkan Jangkauan dan Keterlibatan Audiens” yang diselenggarakan oleh Yayasan Penabulu melalui program Lingkar Madani dengan dukungan The David and Lucile Packard Foundation.

Sesi pertama yang dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026 mengangkat topik “Menentukan Saluran Komunikasi yang Efektif”. Pelatihan ini menghadirkan Amelia Rina Nogo de Ornay, Communication Specialist Terasmitra, sebagai narasumber dengan Dea Naferta sebagai fasilitator.

Pembahasan diawali dengan mengajak peserta memetakan berbagai saluran komunikasi yang saat ini dikelola organisasi, mulai dari Instagram, Facebook, TikTok, WhatsApp, website, YouTube, newsletter, forum atau pertemuan, hingga media massa. Peserta kemudian diajak merefleksikan saluran mana yang paling aktif, paling efektif, dan paling banyak menguras energi. Refleksi ini penting untuk melihat apakah seluruh saluran yang dimiliki benar-benar berjalan dan memiliki fungsi yang jelas.

Peserta kemudian memahami bahwa saluran komunikasi merupakan ruang atau media yang digunakan organisasi untuk menyampaikan pesan, berinteraksi, dan membangun hubungan dengan audiens. Setiap saluran memiliki fungsi yang berbeda. Ada saluran yang berfungsi untuk menjangkau, membantu audiens memahami dan mengenal organisasi, membangun kepercayaan, hingga menggerakkan audiens untuk berinteraksi atau bertindak. Dalam menentukan saluran yang tepat, peserta diperkenalkan pada beberapa pertimbangan utama, yaitu tujuan komunikasi, audiens, karakter saluran, dan kapasitas organisasi.

Untuk menerapkan materi, peserta mengerjakan studi kasus Yayasan Laut Lestari (fiktif), sebuah OMS yang memiliki enam saluran komunikasi tetapi hanya didukung oleh dua orang pengelola. Peserta diminta menentukan audiens prioritas, kebutuhan komunikasi, tiga saluran yang perlu diprioritaskan, fungsi masing-masing saluran, jenis konten, dan indikator keberhasilannya.

Komentar (0)

Bagikan

Share this post with others