Sesi 1. Membangun Branding dan Meningkatkan Visibilitas Organisasi

Dibuat oleh Admin Lingkar Madani di Articles 19 Agt 2026
Bagikan

Bagi organisasi masyarakat sipil (OMS), membangun visibilitas bukan sekadar tentang seberapa sering organisasi muncul di media sosial. Visibilitas perlu diarahkan untuk membuat organisasi dikenali, dipahami, dipercaya, dan mendorong audiens untuk terlibat. Pemahaman tersebut menjadi bagian dari pelatihan “Membangun Strategi Komunikasi yang Efektif untuk Organisasi Masyarakat Sipil” yang diselenggarakan oleh Yayasan Penabulu melalui Program Lingkar Madani dengan dukungan The David and Lucile Packard Foundation.

Sesi pertama yang dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026 mengangkat topik “Membangun Branding dan Meningkatkan Visibilitas Organisasi”. Sesi peningkatan kapasitas ini dipandu oleh Kartika Pamungkas, Praktisi Komunikasi Strategis, sebagai narasumber dengan Dea Naferta sebagai fasilitator. Peserta diajak memahami bagaimana branding dan visibilitas dapat menjadi bagian dari strategi komunikasi organisasi untuk membangun persepsi, memperkuat kepercayaan, serta memperluas jangkauan organisasi. 

Selanjutnya, narasumber mengajak peserta untuk merefleksikan mengapa sebuah organisasi dapat dengan mudah dikenali dan dipercaya oleh publik. Salah satu pertanyaan reflektif yang dibahas adalah, “Jika logo organisasi Anda dihapus, apa yang membuat orang tetap mengenali Anda?” Pertanyaan ini membantu peserta melihat bahwa kekuatan branding tidak hanya terletak pada elemen visual, tetapi pada persepsi dan pengalaman yang terbentuk melalui berbagai interaksi organisasi dengan audiensnya.

Untuk menerapkan materi, peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok breakout room. Setiap kelompok mengerjakan mini exercise “Dikenal Sebagai Apa?”. Mereka diminta membandingkan bagaimana organisasi mereka dikenal saat ini dengan bagaimana organisasi ingin dikenal secara ideal. Selain membahas positioning, peserta juga diajak melihat kembali komunikasi yang telah dilakukan melalui mini exercise “Bedah Postingan”. Dengan menggunakan contoh postingan dari perwakilan organisasi, peserta menganalisis enam aspek komunikasi, yaitu See, Understand, Feel, Remember, Trust, dan Act. Hasil diskusi tersebut kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok.

Komentar (0)

Bagikan

Share this post with others