Rabu, 5 Agustus 2026 menjadi pembuka rangkaian pelatihan "Menyusun SOP Keuangan: Mewujudkan Tata Kelola Organisasi yang Akuntabel" yang diselenggarakan oleh Lingkar Madani. Pada sesi pertama ini, peserta diajak memahami pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) keuangan sebagai fondasi dalam membangun tata kelola organisasi masyarakat sipil (OMS) yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Pelatihan dipandu oleh Hadi Prayitno, Ak., CA, yang menekankan bahwa SOP bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bagian dari sistem pengendalian internal yang mendukung efektivitas organisasi. Melalui berbagai analogi, seperti tata letak rumah dan dapur, peserta diajak memahami bahwa setiap proses dalam organisasi saling berkaitan dan perlu dirancang secara sistematis agar mampu mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Materi kemudian membahas fungsi pengendalian internal dalam menjaga aset organisasi, mencegah kesalahan maupun kecurangan, memastikan kepatuhan terhadap peraturan, menghasilkan pencatatan keuangan yang akurat, dan melindungi seluruh personel organisasi. Peserta juga diperkenalkan pada lima komponen utama pengendalian internal, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan sebagai dasar penyusunan SOP keuangan yang efektif.
Selanjutnya, Hadi menjelaskan hubungan antara sistem dan prosedur. Sistem dipahami sebagai kumpulan prosedur yang saling terhubung untuk mencapai tujuan organisasi, sedangkan prosedur merupakan urutan aktivitas yang dilakukan secara konsisten dalam menjalankan suatu proses kerja. Dalam konteks OMS, SOP keuangan memiliki keterkaitan dengan sistem lain, seperti pengadaan, kepegawaian, administrasi, hingga pengelolaan program.
Sebagai bagian dari pembelajaran yang aplikatif, peserta kemudian dibagi ke dalam tiga breakout room untuk mempraktikkan penyusunan SOP keuangan. Masing-masing kelompok memperoleh penugasan untuk menganalisis mekanisme kerja yang telah berjalan, menggambarkan struktur organisasi, dan menyusun kertas kerja pembuatan atau penyempurnaan SOP berdasarkan prosedur yang dipilih. Hasil praktik ini menjadi bekal bagi peserta untuk melanjutkan proses penyusunan SOP pada sesi berikutnya, sehingga organisasi memiliki prosedur keuangan yang lebih jelas, terdokumentasi, dan mampu mendukung tata kelola yang akuntabel.