Yayasan Penabulu melalui program Lingkar Madani, dengan dukungan The David and Lucile Packard Foundation, menyelenggarakan pelatihan “Knowledge Management untuk Meningkatkan Kapasitas dan Keberlanjutan Organisasi” yang berlangsung dalam empat sesi pada tanggal 12, 13, 19, dan 20 Agustus 2026. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas organisasi masyarakat sipil (OMS) dalam mengelola pengetahuan sebagai aset strategis untuk mendukung peningkatan kapasitas, pembelajaran organisasi, dan keberlanjutan lembaga.
Sesi pertama yang dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 mengangkat topik “Memahami Knowledge Management sebagai Aset Strategis Organisasi”. Sesi peningkatan kapasitas tersebut menghadirkan Ferry Edwin Sirait, Knowledge Strategist, sebagai narasumber. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bahwa knowledge management (KM) bukan sekadar aktivitas dokumentasi, tetapi merupakan bagian penting dari upaya organisasi dalam menjaga pengetahuan kritis, mengurangi ketergantungan pada individu, serta memastikan pengetahuan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara kolektif.
Pembahasan dimulai dengan mengenali berbagai bentuk pengetahuan yang dimiliki organisasi. Pengetahuan tidak hanya hadir dalam dokumen dan laporan, tetapi juga dalam pengalaman individu, relasi dengan komunitas dan pemangku kepentingan, pemahaman terhadap konteks lokal, hingga cara-cara kerja yang terbentuk dari pengalaman. Pengetahuan tersebut perlu dikenali, dikelola, dan dibagikan agar dapat menjadi aset bersama organisasi.
Peserta kemudian diperkenalkan pada tiga modal pengetahuan organisasi, yaitu modal program, modal relasi, dan modal institusional. Ketiganya menunjukkan bahwa pengetahuan organisasi dapat bersumber dari pengalaman menjalankan program, hubungan yang dibangun dengan berbagai pihak, maupun sistem dan praktik kelembagaan yang telah dikembangkan.
Di akhir sesi, peserta dibagi menjadi tiga kelompok breakout room untuk mendiskusikan studi kasus. Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pembahasannya serta mendapatkan tanggapan dan umpan balik oleh narasumber.